Sunday, November 11, 2012

Men Sana In Women Sini


Bismillaah...

Men Sana In Women Sini. Artinya: Behind a great man, there’s a great woman. Di balik pria yang kuat pasti terdapat wanita yang hebat!

-Intro-

Sabtu pagi yang cerah. Membuat hati saya ikutan cerah pagi itu. Saya baru selesai jaga malam. Sesampai di kos-kosan langsung saya buka laptop tersayang yang selalu menjadi sahabat setia penampung ide dan sedikit karya. Niatnya, ingin menyelesaikan tulisan sekaligus tugas yang kudu dikumpul sore harinya. Halaman desktop bahkan belum terbuka sempurna saat Blackberr* saya bunyi. Ada BBM masuk : “Ikut kajian ust.Felix Siauw yuk. sekarang, di mesjid Deresan.”  BBM dari sahabat saya. Agak-agak kaget sebenarnya. Pasalnya, saya jaraaaanggggggg bangettt dapat ajakan kajian dari sahabat saya yang menyenangkan ini. Hehe. Alhasil... saya senang banget dan langsung gak mau menyia-nyiakan momen bisa kajian bareng dia. Tanpa pikir panjang saya langsung bales, “Oke. ku kesana sekarang.” Tugas yang baru 35% saya kerjakan itu pun terpaksa harus menunggu giliran lagi untuk saya selesaikan. Kebiasaan lama memang sulit hilang, yakni menumpuk tugas hingga detik-detik deadline. ‘Keburu lah nanti dikerjain habis kajian. Lagian jarang-jarang nih bisa ngaji bareng si dia (baca: teman saya yang BBM tadi)’, begitu pikir saya dalam hati. Halaman desktop baru saja tampil sempurna.. Start – Shut Down.

FYI. Saya pernah mendengar nama Ust. Felix Siauw sebelumnya. Lihat info-info kajiannya, quotenya kayaknya pernah lihat 1 atau 2 kali. Saya tidak terlalu ingat. Tapi, belum pernah saya mencari detail informasi tentang figur beliau. Sama sekali. Saya cuma menduga-duga, kalo dari namanya sih Chinese. Tapi kok ada embel-embel ustadz-nya ya. Mualaf apa yaa.. Dan ternyata memang benar. Tapi tenang, tulisan ini bukan akan membahas tentang beliau kok. Hehe. Cuma sekilas info aja bahwa hari itu pertama kalinya saya tau orangnya, denger ceramahnya, dan ternyata ilmu yang saya dapat jauh melebihi yang saya harapkan. Oke. Saya memang kadang suka gak pikir panjang dalam bertindak. Termasuk hari itu, saya sudah keburu antusias tidak mau kehilangan momen berada di satu tempat kajian dengan sahabat saya ini. Alhasil saya bahkan gak terpikir untuk bertanya dulu sama temen saya kajiannya tentang apa. Jadi di perjalanan dari kos ke Deresan, saya (lagi-lagi) cuma menduga.. Palingan tentang proses beliau berIslam, perbedaan aqidah Islam-Nasrani, gitu-gitu. Saya sebenarnya tidak tertarik dengan pembahasan Islam vs agama lain, karena agama lain itu bagi saya banyak gak masuk akalnya. Konsep ketuhanannya, aturan-aturan yang melanggar kodrat manusiawi, tentang penebusan dosa, kisah-kisah historis agamanya yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dll. Ternyata untuk kali ini, dugaan saya cuma separo benar.

Sampai di masjid, saya sempat agak heran. Ini kok jama’ahnya perempuan semua... Ini kajian khusus akhwat toh?! Saya pun masuk dan mengambil tempat di teras masjid (karena di dalam masjid sudah ‘full teng’ – nyontek istilah pom bensin). Rupanya kajian ini berjudul “Karunia Terbaik Untuk Muslimah”, dan memang diadakan khusus untuk jama’ah muslimah meskipun masih ada –sedikit  sekali– para  bapak yang hadir disana. Mungkin menemani istrinya. Ahem, duh jadi galau. Kajian itu jauh dari kesan tidak menarik seperti yang saya duga sebelumnya. Memang ada beberapa kali membahas tentang kekurangan ajaran agama lain –agama yang dianut oleh pak ustadz felix sebelum islam– tapi...................jauhhhhhhhhh dari tidak menarik alias.. menarik bangeeeeeettttttt. hohoho. ehem. Intronya kepanjangan.. habis ini baru masuk isinya.

Saya gak bisa merangkum penuh isi kajian beliau et causa: 1. Saya dateng telat ±45 menit, 2. Saya tidak jadi mencatat karena sangat sangat menikmati isi dan pemaparan beliau. Bagus. Bagus banget. Saya ingin bilang yang lebih bagus dari bagus banget, tapi takutnya malah jadi pujian berlebihan. Dari sekian banyak nasihat indah yang kami –para muslimah– dapat di hari itu, yang paling berkesan bagi saya adalah tentang rahasia dari beliau untuk para muslimah. Salah satu rahasia itu adalah: Men Sana In Women Sini. Artinya: Behind a great man, there’s a great woman. Di balik pria yang kuat pasti terdapat wanita yang hebat! Kok bisa begitu artinya? Yaa itulah kenapa disebut rahasia, karena hanya beliau dan Allah yang tau kenapa bisa artinya kayak begitu. ustaaaadz -,-‘

Kita semua pasti insyaAllah ingat kisah para rasul ulul azmi. Ulul azmi adalah gelar yang Allah berikan kepada 5 Rasul pilihan-Nya yang memiliki ketabahan luar biasa dalam menghadapi ujian dari Allah Ta’ala. Gelar ini secara langsung Allah sebutkan dalam Quran Surah Al-Ahqaf (46): 35, merupakan penghargaan tertinggi bagi hamba-hamba Allah. Para Rasul ulul azmi adalah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Rasulullah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam berturut-turut sesuai masa diutusnya. Terdapat satu benang merah dalam kisah rasul ulul azmi. Benang merah yang pasti kita semua tahu, hanya mungkin baru sedikit dari kita yang menyadarinya. Ini masih berhubungan dengan men sana in women sini. Benang merah itu adalah: wanita.

Kita mulai dari Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Telah sangat tersohor cerita dua wanita mulia istri beliau, Hajar dan Sarah. Hajar adalah wanita penyabar yang selalu berbaik sangka pada Allah. Ia dinikahi Nabi Ibrahim ‘alaihissalam atas perkenan Sarah, istri pertama beliau karena mereka (Nabi Ibrahim dan Sarah) tidak kunjung memiliki keturunan. Dari pernikahannya dengan Hajar, Ibrahim dikaruniai seorang putra bernama Isma’il yang kelak diangkat Allah pula menjadi Rasul. Beberapa lama setelah kelahiran Isma’il, Jibril mendatangi Nabi Ibrahim dan Sarah yang telah berusia tua mengabarkan bahwa Ibrahim dan Sarah akan dikaruniai seorang putra yang kelak juga diangkat Allah menjadi Rasul, bernama Ishaq. Kisah kedua waniita mulia ini sama sekali tidak dapat dilepaskan dari kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Bahkan, kesabaran dan kekuatan Hajar saat berlari-lari kecil sebanyak 7 kali sepanjang bukit Shafa-Marwah untuk mencari rezeki (makanan dan minuman) yang halal bagi Isma’il kecil di tengah padang pasir tandus diabadikan oleh Allah Ta’ala menjadi salah satu rukun ibadah haji yang setiap tahunnya senantiasa diulang-ulang oleh umat muslim hingga hari kiamat.

Selanjutnya Nabi Musa ‘alaihissalam. Tiga orang wanita dalam kisah Nabi Musa yang ketiga-tiganya Allah sebutkan dalam AlQuranul Kariim Surah Al-Qashash (28): 7-13, mereka adalah: 1. Ummi Musa (ibunda Nabi Musa), 2. Imroatu fir’aun (istri fir’aun), dan 3. Ukhtihii (ukhti Musa a.k.a saudara perempuan Musa). Alquran menggambarkan bagaimana Allah mewahyukan kepada ummi Musa untuk menghanyutkan Nabi Musa ke sungai Nil, lalu Allah menghiburnya dengan menyampaikan bahwa Nabi Musa akan dikembalikan kepadanya serta akan diangkat menjadi Rasul. Lalu Ibu Nabi Musa memerintahkan saudara perempuan Musa untuk mengikuti sampai mana Nabi Musa terbawa arus sungai dan didapatilah bahwa Nabi Musa dipelihara oleh istri fir’aun. Berbeda dengan fir’aun, istrinya adalah seorang wanita yang beriman. Istri fir’aun mencegah fir’aun dari membunuh Nabi Musa, dan ketika Nabi Musa tidak mau menyusu kepada wanita-wanita lain maka datanglah kakak perempuan Nabi Musa menawarkan untuk membawa seorang wanita yang dapat menyusui Nabi Musa. Demikianlah kemudian Allah mengembalikan Nabi Musa kepada ibundanya. Kisah ketiga wanita ini abadi dalam AlQuran sehingga akan selalu dikenal, diingat, digali hikmahnya oleh setiap manusia hingga hari kiamat. Ketiganya tak mungkin dilupakan setiap kali kita membaca tentang kisah Nabi Musa ‘alaihissalam.

Nabi Isa ‘alaihissalam lebih jelas lagi. Ibunda dan nenek beliau terpatri nama dan sebutannya dalam Quran. Maryam, ibunda Nabi Isa, Allah sebutkan dengan nama sebenarnya. Bahkan, satu surat penuh Allah turunkan. Perihal ini, saya pernah dengar dari seorang ustadz di satu kajian bahwa bila Allah menceritakan kisah seorang hamba dalam AlQuran dan secara langsung menyebutkan namanya berarti kisah yang sama tidak akan pernah terulang lagi di dunia. Wallahua’lam. Kisah ibunda Maryam juga tersebut dalam alQuran meskipun Allah tidak menyebut beliau dengan nama sebenarnya, melainkan dengan sebutan Imroatu ‘Imron (istri Imron –Imron adalah ayah Maryam). Dalam Surah Ali Imran (3): 35-36 dikisahkan tentang ibunda Maryam yang bernadzar kepada Allah untuk menyerahkan anak yang dilahirkannya ke Baitul Maqdis. Namun, anak yang dilahirkannya ternyata perempuan. Maka Istri Imron berdoa kepada Allah untuk melindungi Maryam dan anak keturunannya dari syaitan yang terkutuk. Doa Istri Imron ini dikabulkan oleh Allah dengan kesucian Maryam dan kelahiran Nabi Isa ‘alaihissalam. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah.

Dalam sirah Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wasallam, kita mengenal lebih banyak lagi wanita hebat. Istri, putri-putri beliau, para shahabiyah, para syahidah... nama-namanya senantiasa disebut berulang-ulang sepanjang sejarah manusia.

Terakhir adalah Nabi Nuh ‘alaihissalam. Allah pun mengisahkan seorang wanita agar diingat dalam sejarah dan diambil hikmah sebesar-besarnya bagi siapapun yang hidup setelahnya. Istri Nabi Nuh, adalah seorang istri yang durhaka kepada Allah dan suaminya. Dalam Surah At-Tahrim (66): 10 Allah menyebut ‘Imroata Nuh’ (istri Nabi Nuh), yang berada di bawah pengawasan hamba-Nya yang sholeh (Nabi Nuh) namun ia berkhianat kepada suaminya. Maka Allah masukkan ia ke dalam neraka. Kisah ini juga akan terus diulang sepanjang peradaban manusia karena telah abadi Allah ceritakan di Quran.

Dari kelima kisah ulul azmi ini, lihatlah:
Hajar à Wanita mulia, ibunda Nabi Isma’il ‘alaihissalam
Sarah à Wanita mulia, ibunda Nabi Ishaq ‘alaihissalam + nenek Nabi Ya’qub ‘alaihissalam + buyut Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Allaahu akbar!!
Ummi Musa à Wanita mulia, ibunda Nabi Musa ‘alaihissalam
Maryam à Wanita mulia, ibunda Nabi Isa ‘alaihissalam
Imroatu Imron à Wanita mulia, ibu dari wanita mulia Maryam binti Imron
Khadijah bt Khuwailid à Wanita mulia, istri Rasulullaah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, ibu dari wanita mulia Fathimah bt Muhammad
Men sana in women sini. Di balik pria yang kuat pasti terdapat wanita yang hebat. Lihatlah bagaimana wanita yang baik akan menghasilkan pula keturunan yang baik-baik.
Dan lihatlah:
Imroata Nuh à Wanita kafir lagi durhaka, ibu dari laki-laki durhaka Kan’an bin Nuh

Sebaliknya, di balik sosok pria durhaka terdapat pula wanita yang durhaka. Wanita yang buruk adalah sumber bagi lahirnya keturunan-keturunan yang buruk. Na’udzubillaah. Semoga Allah menjaga setiap muslimah dari keburukan-keburukan perangai maupun keturunan. 

Alhamdulillaah...
-kos ternyaman sedunia, still in JogjaCity 111112-
23.36 wib

Saturday, November 10, 2012

Keteladanan Sang Kekasih Allah


Bismillaah..






Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus ? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya. ~Surah An-Nisaa’ (4): 125

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam adalah salah satu dari 5 orang rasul ulul azmi yang diberikan oleh Allah kemuliaan dan derajat yang tinggi melalui ujian-ujian yang amat berat. Sebagian kisah hidup kekasih Allah ini termuat dalam berbagai surat dalam Quran. Bahkan Allah Ta’ala mengabadikan nama beliau sebagai nama salah satu surat dalam Quran. Membaca kisah beliau memberikan keteladanan bagi kita umat Rasulullaah Muhammad Saw. Saya mencoba menjabarkan beberapa butir hikmah yang saya coba kais dari kisah kekasih Allah ini.

1. Mensyukuri anugerah akal
Manusia diamanahi oleh Allah untuk menjadi khalifah di bumi. Untuk memikul amanah yang berat ini, Allah membekali setiap manusia dengan akal. Akal membuat manusia berpikir tentang segala proses penciptaan makhluk, me’maksa’nya mengenal Tuhannya. Akal yang cemerlang akan mengantarkan manusia pada fakta tunggal: bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah, Tuhan Yang Esa. Bagaimana tidak? Coba kita renungkan bagaimana pepohonan dapat tumbuh, padahal sebelumnya ia tiada? Bagaimana hewan-hewan di darat dan laut dapat hidup, tumbuh, berkembang biak dengan setiap keunikannya? Bagaimana laut yang begitu luas, gunung yang sangat tinggi, diciptakan? Bagaimana pula bintang-bintang di langit tidak berjatuhan saat kita memandanginya di malam hari? Bagaimana terjadinya pergantian siang dan malam? Bagaimana matahari bisa

Thursday, November 8, 2012

Gajah Mati Meninggalkan Gading, Manusia Mati Meninggalkan Nama


artikel terkait:
http://nadiagani.blogspot.com/2008/07/insan-cendekia-satu-tempat-sejuta.html

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.. plus amal-amal baiknya. Peribahasa yang berulang kali keluar dalam soal ujian jaman SD itu rasanya tepat dialamatkan kepada sosoknya. Namanya Novilia Lutfiatul. Kami belum pernah bertegur sapa, belum sempat pula bersalam kenal, bahkan namanya belum pernah saya dengar, sampai 4 hari yang lalu.. kira-kira pukul 21.00.

Satu kabar duka datang tiba-tiba. Saat itu saya sedang di kamar kos, berniat bergadang malam itu sambil menyelesaikan beberapa tugas yang hampir menerobos deadline. Saya masih fokus dengan pekerjaan saya di depan laptop ketika pintu kamar saya diketuk, “Mba..” terdengar suara dari luar.

“Iya.. masuk dek,” jawab saya spontan karena sudah hapal dengan suara yang barusan terdengar.

Padahal, kondisi kamar saya saat itu sangat tidak layak untuk menerima tamu. Buku-buku kedokteran segede gaban berserakan di lantai dan tempat tidur, bekas kotak makanan belum sempat dibuang, dan seabrek barang yang berada tidak pada tempatnya. Namun, di tengah upaya sekuat tenaga merampungkan tugas, kewajiban menjamu tamu dengan sebaik-baik penjamuan (baca: beres-beres dulu sebelum mengundang masuk) langsung menempati urutan bawah dari skala prioritas yang susah payah disusun oleh otak saya saat itu. Masih sangat jauhlah saya dari teladan yang diajarkan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam yang senantiasa memuliakan tamu. Sejenak kemudian masuklah adik kos saya yang