Thursday, March 14, 2013

Edisi Hati


Bismillaah..

Alhamdulillaah.. malam Jumat kedua saya sebagai penduduk tetap (lagi) di kota ini. Bersyukur banget sekarang saya bisa nulis di kamar ternyaman sedunia.. di Homswithom. Sebenarnya udah sejak seminggu yang lalu kepala saya penuh sama hal-hal yang pingin banget saya bagi ke sodara-sodara sekalian. Tapi yah, karena satu dan lain hal (baca: urus pindahan Jogja-Tangerang), jadi tertunda. Ditambah lagi, beberapa hari terakhir ini kondisi hati saya lagi bener-bener tidak karuan. Gampang berprasangka. Liat ini, mikir gitu. Denger itu, mikir gini. Astaghfirullaah. Bukan hanya Indonesia yang situasinya lagi kacau balau. Hati saya juga. *hampircurcolceritanya* hahah. Hati itu sulit dipahami, bahkan dengan akal pikiran kita sekalipun. Saya jadi ingat pesan seorang senior di awal-awal saya kuliah dulu, “Kalo tentang aturan Allah, terima dulu dengan hati. Dipikirnya belakangan, yang penting hati menerima dulu kebenarannya.” Beberapa tahun setelah mendengar pesan itu, saya baru benar-benar memahami maknanya. Bahwa memang tidak selamanya kebenaran/ kebaikan dari Allah bisa diterima oleh akal pikiran kita. Ada kalanya hanya fitrahnya hati yang bisa membedakan benar dan salah, baik dan buruk. Meskipun pikiran kita seperti tidak mampu menggapainya. Saya coba juga mencari sebuah hadits shahih terkait hati ini:
Dari Wabishah bin Ma’bad Ra. berkata, “Aku datang kepada Rasulullah saw., maka beliau bersabda, “Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebaikan?” Aku menjawab, “Benar, wahai Rasulullaah.” Lalu beliau bersabda, “Mintalah fatwa kepada hatimu sendiri (istaftii qolbak). Kebaikan adalah apa yang karenanya jiwa dan hati menjadi tentram dan dosa adalah apa yang mengusik jiwa dan meragukan hati, meskipun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.” (Ahmad dan Darimi)
Terlalu banyak hal yang harus saya syukuri di hari-hari ini, banyak bangett ya Allah saya bahkan sampai merasa berat menerima kebaikan demi kebaikan yang Allah anugerahkan setiap harinya. Namun juga terlampau banyak yang harus saya istighfari.

--------ini sebenarnya saya mau nulis apa sih, flight of ideas gini. Ya gak papa lah ya, selama yang saya tulis masih ada manfaatnya ^^------

Ikhlas. Kata tunggal yang maknanya seluas langit dan bumi. Karena ikhlas harganya surga, dan surga itu seluas langit dan bumi. Kalau bumi kita sudah tahu lah ya berapa luasnya (emang berapa?). Tapi langit..? Seberapa luasnya langit? Wallahua’lam, yang jelas si penulis tidak lebih tahu daripada si pembaca. Anyway. Ikhlas, menurut bahasa artinya murni, bersih, jernih, tanpa campuran. Menurut istilah artinya melakukan amal perbuatan yang sesuai syariat dengan hanya mengharap ridho Allah saja. Jadi salah besar kalau dikatakan orang ikhlas adalah orang yang tidak mengharapkan apa-apa. Untuk apa beramal kalau gak kepingin dapat apa-apa? Jelas kepingin dong dapat ridho Allah. Ikhlas letaknya di hati. Jadi ikhlas ini sesungguhnya adalah amalan hati, meskipun orang-orang yang ikhlas akan terlihat dari gerak gerik dan bicaranya. Orang ikhlas itu kalau bekerja pasti sepenuh hati so  kerjaannya beres dengan baik. Bicaranya santun, lemah lembut, tidak menyakiti orang lain, bahkan senang memaafkan kesalahan orang lain. Orang ikhlas tidak gampang sakit hati dengan perbuatan orang lain di sekitarnya, tidak rajin karena pujian dan tidak malas karena celaan. Ibarat kata seisi dunia ini porak poranda dalam kesemrawutan, orang ikhlas akan senantiasa tersenyum dalam kedamaian (hatinya). Enak banget jadi orang ikhlas. Di dunia bahagia (jelas bahagia, karena tidak banyak nuntut ini itu), di akhirat apalagi. Jauh lebih bahagia.

Inilah yang bikin saya sedih berhari-hari. Sulitnya ikhlas. Hati saya jadi tidak karuan karena saya sadari masih ada ketergantungan saya terhadap makhluk. Masih ingin ‘dianggap’, gitu.. Masih ada kekhawatiran tentang takdir-Nya yang akan berlaku pada saya. Astaghfirullaah.. Inginnya saya bisa melepaskan setiap bentuk ketergantungan kepada makhluk dan benar-benar mengembalikan segala urusan dan pembalasan yang baik kepada Allah. Tapi subhanallah. Rupanya saya masih sangat jauh dari itu. Saya dapat kata-kata bagus dari blog tetangga..

Ikhlas adalah buah dari hati orang yang mempunyai cinta kepada Allah, yang takut pada kemurkaan-Nya, yang sudah benar-benar yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah Penguasa semesta alam, Pemilik segala karunia, Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Namun ikhlas ini adalah rahasia hati dimana Allah lah Yang Maha Mengetahui tentang keikhlasan pada setiap hamba-Nya. Bahkan manusia sendiri sering tidak tahu apakah sudah benar-benar ikhlas ataukah masih ada kemusyrikan di hatinya dalam beramal. (baca lengkap http://akbar08.wordpress.com/2012/10/14/bagaimana-cara-agar-ikhlas/).

Saya yakin bahwa apapun yang terjadi pada kita saat ini telah Allah gariskan untuk terjadi sejak 50.000 tahun sebelum langit dan bumi diciptakan. Semua takdir makhluk telah tertulis di lauhul mahfuzh. Sehingga tak ada lagi tempat bagi kita untuk melabuhkan setiap kegalaugundahgulanaan melainkan kepada Allah. Karena hanya Allah yang Maha Kuasa. Allah telah menetapkan takdir atas setiap makhluk-Nya. Namun, kita tidak pernah tahu takdir apa yang akan berlaku pada kita sampai benar terjadinya. Itu sebabnya, ikhtiar mutlak diperlukan demi mencapai takdir yang baik. Ada kalanya kita harus memilih dalam menentukan takdir mana yang akan kita jalani. Dalam memilih inilah, doa menjadi sebuah keniscayaan. Ketika akal dan hati seolah tak lagi bisa menemukan satu titik temu, hanya doa memohon pada Allah agar hanya Ia yang memilihkan takdir terbaik yang akan kita jalani kelak. Terbaik untuk dunia, sekaligus akhirat kita.

-------tuh kan bener makin gak jelas juntrungannya ini postingan saya kali ini. okelah saya sudahi saja. semoga tetap ada sedikit kebaikan yang dapat diambil dari tulisan ini ^^------

Sebelum saya tutup, ada ayat cakep banget yang baru saya baca beberapa hari yang lalu.. masih tentang hati.. hati orang-orang beriman. Semoga kita semua termasuk yang Allah sebutkan alam ayat ini, yang dipersatukan hatinya oleh Allah, hingga di surgaNya kelak.. :)


63. dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.

Alhamdulillaah.. ^^
kamarternyamansedunia.homswithom.
14032013...23.14 WIB

Saturday, March 2, 2013

A Midnite Note


Dengan nama Allah..
di hampir tengah malam saya akhirnya memutuskan untuk menulis sajahh.. 

Jadi ceritanya ini malam saya lagi gak bisa tidur. Tanya kenapa? Biar hanya saya dan Allah yang tahu. *aeeuuu. asik kan gaya gue :p* Saya termasuk tipe orang yang jauuh lebih senang menyuarakan isi hati melalui media tulis menulis. Surat, blog, chatting, sms, bbm, memo, whattsapp, emails.. name it. Padahal kalau ketemu saya aslinya, bisa jadi jauh lebih pendiam (apalagi kalau baru kenal). Tanya kenapa? Karena setiap kata yang saya tulis bisa saya pikirkan dulu. Saya jadi bisa memilah milih padanan kata, bahasa, yang akan saya gunakan. Dengan begitu *saya berharap* semoga saya terhindar dari bahaya lisan yang boleh jadi menyakiti hati saudara saya yang lain ketika suara hati kita keluarkan tanpa pikir panjang. Alasan yang sama juga saya kemukakan ketika orang yang baru pertama kali kenal saya bilang, mba-nya pendiem yaa.. kalem. Saya lebih banyak diam karena takut salah ngomong sama orang yang baru saya kenal. Pribadi manusia kan macam-macam. dari yang cuek bebek sampai yang super sensitif. Lah kalau tahu-tahu saya ngomong, “Eh bo. Bajunya gak matching deh,” sama orang sensitif.. bisa-bisa tuh orang sama sekali tidak bersedia melihat muka saya lagi seumur hidupnya. Hehe. *lebay* Mungkin sebagian orang berpikir, yah gak spontan dong. Hehe. Kata siape? Kate loe? Haha. Kata gue sih engga. In fact, saya senang sama hal-hal yang spontan. Tapi kalau harus spontan menyakiti orang lain, wah nanti dulu mba mas bro. Saya takut sama Allah.

Itu intro ajahh.. intinya saya mau nulis ini..

Cinta. *a.la.mak!*

Tanya kenapa? Minimal ada 3 alasan.. Pertama, selama kurang lebih 8-9 bulanan terakhir ini Allah mengajarkan saya makna kata ini yang sesungguh-sungguhnya. Kedua, karena saya ingin berbagi hikmah ini kepada saudara-saudara sekalian.. *baik kan saya.. :p* Ketiga, saya menulis ini malam-malam. Kayaknya cocok aja gitu ngebahas cinta. ngggg......eh tambah satu deh alasannya: Karena saya udah lama tidak menulis khusus tentang cinta. heheh

Hoho. Saya janji ini isinya tidak mengandung unsur kegalauan. Tapi semata-mata mengajak kepada kebaikan.. :)

Maher Zain, di lagunya Always Be There menyenandungkan syair ini.. “If you asked me about love and what I know about it.. my answer would be.. it’s everything about Allah, the pure love to our souls..”

Pertama kali dengar lirik lagu itu, saya tidak bisa tidak setuju dengan pilihan setiap katanya. Ya, cinta adalah semua tentang Allah. Tentang Ketuhanan-Nya, kasih sayang-Nya, penciptaan makhluk-Nya, takdir-Nya, skenario-Nya, pilihan-Nya, rizki-Nya, ampunan-Nya, ridho-Nya, berkah-Nya, tentang aturan syariat-Nya, perintah-Nya, larangan-Nya, petunjuk-Nya, hidayah-Nya, pertolongan-Nya, peringatan-Nya, semua. Semua tentang Allah. Itulah cinta. Hanya itu. Selain itu? bukan cinta. As simple as that.

Cinta hanyalah cinta ketika manusia yang terlibat di dalamnya semakin mendekat pada Allah, pada aturan syariat-Nya.. Tanya kenapa? Karena Allah lah sumber cinta. Sehingga apapun yang membawa seseorang mendekat pada sumber cinta, pada Allah.. itulah cinta. Sebaliknya, apapun yang membawa seseorang menjauh dari Allah, bukanlah cinta. Entah apa namanya. Saya tidak berkompetensi mengajukan sebuah kosakata baru. Hehe

Semisal ada orang yang kita mintakan tolong untuk menyirami kebun bunga kita. Orang tersebut kemudian mengambil ember dan bilang, “Saya mau ambil air dulu.” Tetapi setelah kita amati orang tersebut justru berjalan menjauhi sumber air, malahan dia berjalan menuju tempat pembuangan sampah. Hanya ada dua kemungkinan yang terjadi pada orang ini: Pertama, dia belum tahu dimana sebenarnya letak sumber air. Kedua, dia sudah tahu dimana letak sumber air tetapi dia sengaja berbohong supaya tidak ketahuan oleh kita bahwa sebenarnya dia ingin mengambil sampah untuk mengotori kebun kita. Dan tahukah Anda, orang nomor kedua ini tidak sesedikit yang Anda bayangkan.. *uwooo* haha. Tenang-tenang. Ini hanya hasil pengamatan saya pada sekitar.. ^^

Bisa kan menemukan analogi dari pemisalan di atas? Jadi ketika seorang mengatakan cinta namun tindak tanduk gerak geriknya justru menjauh dari sumber cinta, dari Allah dan aturan-aturan Allah.. maka kemungkinannya adalah: Orang itu belum tau bahwa Allah adalah sumber cinta, atau.. Orang itu sudah tau bahwa Allah adalah sumber cinta namun sengaja menggunakan kata cinta untuk menutup-nutupi siasat/ niatnya mengotori orang lain (baca: sasaran cintanya). Na’udzubillaahi min dzalik..

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga hal, barangsiapa memilikinya maka ia akan merasakan manisnya iman. (yaitu) menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai dari selainnya, mencintai seseorang semata-mata karena Allah, dan benci kembali kepada kekufuran sebagaimana bencinya ia jika dilempar ke dalam api neraka.”
Gimana caranya bisa mencintai seseorang semata-mata karena Allah? Ya... mudah. Mudah ngomongnya maksudnya. Hahaha.. Hmm, seorang sahabat saya pernah menuliskan surat kepada saya isinya begini:
Ini redaksinya sama persis, cos I am looking at the letter now.. “Remember this ul.. I dont really know how 2 express love. I know nothing about love itself. I just know, I’ll laugh when you laugh, I’ll be sad when you sad, I’ll cry when you’re gone. But I still will cry when I meet you again.. gathering in a fairy park.. in a place d most beautiful ever.. in an everlasting meeting.. waiting 2gether to see d God’s face..amin.”

Is that love? Buat saya, yup. It is love. Tanya kenapa? Karena setiap kali saya membaca kalimat-kalimat itu, membuat saya ingat pada Allah, membuat saya merasa ingin terus memperbaiki diri agar kelak saya bisa bersama sahabat saya lagi.. di surgaNya Allah.. Cinta bagi saya sesimple itu. Apapun, apapun yang membawa saya mendekat pada Allah (dan aturan syariat-Nya) adalah cinta. Bisa dari mana-mana. Orang tua, guru, sahabat, ustadz, teman sepermainan (asal bukan teman tapi mesra. ;p) kakak, adik, bahkan dari orang tak dikenal asalkan membawa saya mendekat pada Allah..

Trus apa implementasi nyata dari cinta? Jawabannya: Doa. Hmm. Karena ini blog saya, postingan saya, tulisan saya. Hehe.. Jadi saya bebas berkreasi menulis disini sesuai pendapat saya yaa. Pembaca dilarang protes. Doa bagi saya adalah senyata-nyata nya amalan cinta *sroott.lagipilekceritanya*. Doa yang tidak diketahui oleh yang kita doakan. Kekuatan doa itu luar biasa dahsyatt, apalagi doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa diketahui oleh saudaranya itu. Selain itu, doa adalah wujud penghambaan seseorang kepada Allah. Karena dengan berdoa berarti kita mengakui bahwa Allah Maha Kuasa sedangkan kita tak memiliki daya kekuatan apapun melainkan atas kehendak Allah. Lantas doa macam apa yang saya maksud?

Saya sekarang bisa ketawa ‘ngece’ kalau mendengar atau membaca orang yang –katanya lagi jatuh cinta– berdoa  begini: “Ya Allah, bila ia jodohku maka dekatkanlah.. Bila ia bukan jodohku, maka jadikanlah ia jodohku.” Hahaha. Sungguh doa macam ini menurut saya sangat-sangat tidak beretika. Kalo saya boleh rada ketus sedikit saya bakal bilang ke orang yang berdoa semacam ini, “Yang Tuhan ente apa Allah? Gayanya kayak ente yang ngatur.” Tentunya maksudnya adalah retoris, bukan saya benar-benar mempertanyakan siapa Tuhan. Gak gentlemen (or gentlewomen) bangett doa macam ini. Ya Allah, saya kasih tau ya buat saudara-saudara sekalian yang masih mengamalkan doa serupa dua rupa dengan ini.. Allah itu paling tau yang terbaik buat kita. Sedangkan kita.. have no idea at all tentang mana yang terbaik dan tidak baik buat kita. Coba baca surat Al Baqoroh ayat 216. Kalo ada pembaca sekalian yang saat ini lagi jatuh cinta, jangan merasa terlalu yakin dulu bahwa orang yang kita cintai itu adalah yang terbaik buat kita (ini yang saya maksud konteksnya yang belum menikah loh ya..) Tau dari mana kita kalau si X baik buat kita, si Z buruk buat kita.. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui..

Jadi, bukan doa seperti yang saya kutip di paragraf sebelumnya yang harus kita amalkan. Melainkan doa agar orang-orang yang kita cintai dijaga oleh Allah dari berbagai keburukan, didekatkan pada kebaikan. Doa-doa yang baik. Cukuplah mendoakan kebaikan untuk saudara-saudara kita yang kita cintai, orang tua, sahabat.. semua yang kita cintai. Karena doa seperti ini akan diamini oleh para malaikat dan kembali kepada kita. Jadikan Allah sebagai satu-satunya tempat kita melabuhkan setiap cinta di hati, dan biarlah hanya Allah yang membalas setiap labuhan cinta kita dengan cara-Nya.. melalui orang pilihan-Nya..  *ehhem :p*

Last but not least, for all the people who brought me closer to Allah..
Aku mencintaimu karena agama yang ada padamu. Ketika hilang agama itu darimu, maka hilang pula cintaku padamu.. ~Imam Nawawi Rahimahullah. ^^

Segala puji bagi Allah. hanya milik Allah.


MenghitungHariTersisaDiJogjaIstimewa,
02032013... 1.19WIB